![]() |
| ilustrasi net |
AKU DAN TUAN SAMA SAJA
Hatiku kecut,
sebab apa bencana tak pernah surut
di tengah jeritan dan kepungan amuk air,
tuan-tuan penghuni kantor-kantor
satu persatu menggelepar berlumur uang kotor,
Hatiku kecut,
sebab apa tuan masih asyik masyhuk bersepeda,
berebut menulis memoar dan bermain instagram,
sementara anak-anak dan perempuan2 tua
lari dihantam gelegar lahar magma dan hempasan air bah,
Hatiku kecut,
sebab apa aku hanya bisa berdoa,
aku menyaksikanmu, hanya itu.
18 Januari 2014
NASIB
Lelap yang kau rindukan,
dihanyutkan tanggul yang dijebol nasib.
Tangis dan rengekan bocah di antara gigil yang menyiksa,
menyurutkan air mata yang hendak kau tumpahkan di pipi tirusmu,
kembali tenggelam di palung jantungmu.
Wahai Zat Yang Maha Pengasih,
beri mereka kehangatan dan harapan. Aamiin....
18 Januari 2013
KAMI KEHILANGANMU
engkau bicara tentang asa,
ketika kami hampir binasa,
engkau bergumam tentang doa,
saat kami dilindas roda,
engkau berbisik tentang hati,
ketika kami tak berjarak dengan mati,
engkau berkata tentang empati,
ketika kami babak belur dihajar belati,
engkau bertutur tentang kita,
ketika kami kehilangan jejakmu
ahh....
sudah kutiadakan engkau yang ada
18 Januari 2012


0 Komentar